Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label bahasa

“Perajin” atau “Pengrajin”

Setelah kata Pergantian dan Penggantian yang membuat kita bingung, kita juga dibingungkan mana yang benar, 'perajin' atau 'pengrajin, 'perusak' atau 'pengrusak'? Pemakaian kata ini sangat bersaing di masyarakat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi IV Pusat Bahasa sublema pengrajin yang diturunkan dari lema rajin bermakna perajin n 1 orang yg bersifat rajin: para ~ itu bekerja keras meningkatkan hasil kerjanya; 2 sesuatu yg mendorong untuk menjadi rajin: perusahaan memberikan hadiah lebaran satu bulan gaji sbg ~ pegawai; 3 orang yg pekerjaannya (profesinya) membuat barang kerajinan; Dari cara Pusat Bahasa menuliskan makna pengrajin yang sama artinya dengan perajin itu, kita bisa menyimpulkan bahwa sebenarnya bentuk pengrajin sah-sah saja dipakai alih-alih perajin . Hal ini semakin membuat kita bingung dan timbul pertanyaan mengapa KBBI tidak tegas menentukan kata yang benar? Salah satu karakter KBBI adalah merekam semua kata yang ada dan ...

Pergantian atau Penggantian?

Apakah Anda termasuk salah seorang yang bingung dalam penggunaan kata ‘pergantian’ dan ‘penggantian’? Jangan sedih sebab Anda tidak sendiri. Masih banyak orang yang bingung memilih ‘pergantian’ atau ‘penggantian’. Saya juga termasuk dalam daftar orang yang bingung itu. Akan tetapi, itu saya alami dulu, sekarang sudah tidak bingung lagi. Bagaimana caranya agar kita tidak bingung dalam memakai kedua kata ini? Sepintas memang tidak ada perbedaan antara keduanya sehingga orang beranggapan kita manasuka dalam pemakaiannya. Anggapan itu agaknya salah. Kedua kata itu membawa maknanya masing-masing ketika berada di dalam kalimat. Perhatikan contoh ini, ‘penggantian’ kepala desa berlangsung ricuh . Hal yang perlu kita lakukan adalah melihat verba kata itu, yakni ‘mengganti’ atau ‘berganti’. Kita bisa mengetahui hal ini dengan membaca konteks berita atau peristiwa dengan mencari tahu alasan di balik lengsernya kepala desa tersebut. Bila sang kepala desa digantikan karena sesuatu masalah, padahal...

Inilah Kekeliruan dalam Berbahasa Indonesia (3)

Pedestrian Kata ini sering sekali menjadi perbincangan para pengguna bahasa Indonesia. Hal ini karena kata pedestrian sering dipakai secara keliru. Masyarakat taunya pedestrian itu bahu jalan untuk pejalan kaki, padahal arti sebenarnya adalah 'pejalan kaki'. Bila saja kita mau sedikit berusaha membuka kamus bahasa Indonesia, kesalahan seperti di bawah ini tidak akan terjadi. Pembangunan pedestrian di Surabaya kini mulai banyak yang rusak. Kerusakan ini lantaran tidak seluruhnya berkualitas baik dan sesuai dengan kontrak kerjanya dengan pemkot. ( Selengkapnya di sini ) Bangunan pedestrian di sejumlah jalan di Kota Surabaya mulai banyak yang rusak akibat kurangnya perawatan dari pihak pemerintah setempat. ( Selengkapnya di sini ) Jalur Lambat Jadi Pedestrian ( Selengkapnya di sini ) Dari papan proyek yang berdiri di sekitar taman, diketahui jika proyek pedestrian ini melibatkan beberapa instansi pemerintah seperti, Departemen Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Pertamanan Kota dan Dinas...

Terima kasih atas Telepon Anda

Pada sebuah mata acara interaktif di Metro TV, di mana pemirsa menelepon ke Metro TV dan memberikan pendapat terhadap berita yang dia pilih. Setiap kali selesai pemirsa mengakhiri pembicaraannya, sang pembawa acaranya mengatakan, "Baik Pak, terima kasih atas telepon Anda." Kalimat pembawa acara Metro TV "terima kasih atas telepon Anda" sedikit menggelitik saya. Bukankah dia hanya menelepon tanpa menyerahkan teleponnya? Ketidaktepatan penggunaan kalimat di atas persis sama dengan apa yang disampaikan di rubrik bahasa di harian Kompas beberapa waktu lalu. Ketika merespons pembicaraan di telepon kita sering mengatakan, "Ini dari mana?" alih-alih "Ini dari siapa?" Dikatakan, ketika ditanyakan "ini dari mana?" maka kita akan menjawab dengan menyebutkan tempat di mana kita melakukan pembicaraan. Demikian juga dengan "terima kasih atas telepon Anda". Pembawa acara Metro TV sebenarnya bisa dengan cermat menggunakan kalimat "terim...

Inilah Kekeliruan dalam Berbahasa Indonesia (2)

Ribuan Massa? Setiap ada demonstrasi yang melibatkan ribuan orang dan bila menjadi berita di media massa, maka bisa kita pastikan kata 'massa' akan muncul pada pemberitaan. Akan tetapi, sayang sekali media massa kita sering kesulitan dalam menggunakan kata 'massa' dalam kalimat. Kesulitan itu bisa kita lihat pada cuplikan kalimat judul berita yang saya ambil dari beberapa media massa: 1. Ribuan Massa Partai Keadilan Sejahtera Kecam Penindasan Israel, Tempointeraktif.com 2. Jakarta Besok Dibanjiri Demo Ribuan Massa , Inilah.Com 3. Ribuan Massa HTI Pawai Tolak Kedatangan Obama, Detik.com 4. Ultah Gerindra Dipadati Ribuan Massa , Kompas.com Cobalah kita mengecek apa arti dari kata 'massa' di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi Keempat: mas.sa n 1 sejumlah besar benda (zat dsb) yang dikumpulkan (disatukan) menjadi satu (atau kesatuan): -- batu-batuan ; 2 jumlah yg banyak sekali; sekumpulan orang yg banyak sekali (berkumpul di suatu tempat atau tersebar):...

Bahasa di Instansi Pemerintah

Sebuah foto dimuat di laman jejaring sosial Facebook oleh sahabat saya Dahono Fitrianto dan mengundang banyak komentar dari pengunjung laman itu. Foto tersebut saya muat di halaman ini untuk Anda. Perhatikanlah papan penunjuk pada foto yang diambil di sebuah rumah sakit di Kuningan, Jawa Barat, pada 12 September 2010 itu. Tertulis "Ruang Obserpasi". :D Apakah Anda juga tersenyum membaca tulisan itu? Yah, tapi tidak bagi pemangku kepentingan rumah sakit itu. Buktinya, mereka dengan sadar memasang papan itu tanpa terganggu rasa bahasanya. Setidaknya hingga tanggal pengambilan foto itu. Kata "obserpasi" yang seharusnya ditulis "observasi" adalah salah satu contoh bagaimana kita mengapresiasi bahasa kita sendiri. Bagaimana kita bisa menguasai bahasa orang lain, sedangkan memakai bahasa kita sendiri masih amburadul. Bagaimana kita bisa mengatakan bahwa kita memiliki nasionalisme, bahasa sendiri tidak bisa kita pakai dengan benar dalam berkomunikasi sehari-hari...

Inilah Kekeliruan dalam Berbahasa Indonesia (1)

Pengantar : Beberapa tulisan di blog ini akan saya sajikan berkaitan dengan kekeliruan dalam berbahasa Indonesia. Topik-topik yang tersaji adalah merupakan catatan yang saya kumpulkan sejauh ini berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari saya sebagai penyelaras bahasa di sebuah harian nasional. Bahasa Indonesia terus berkembang dan mengalami perubahan yang begitu cepat. Untuk itu, apa yang tersaji di sini tidak bisa saya klaim sebagai sebuah kebenaran mutlak, apalagi saya bukanlah ahli bahasa atau munsyi. Saya hanya buruh biasa yang mencari makan lewat belantara kata-kata dan kalimat-kalimat. Tulisan ini tak lebih dari sekadar berbagi dengan semua penggiat bahasa dan siapa pun, siapa tahu tulisan ini bermanfaat. Donor Sejak Muhammad Yusuf Kalla menjadi Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) kata "donor" begitu gencar dipakai di masyarakat, termasuk di berbagai media massa. Hal ini tidak lepas dari gebrakan mantan Wakil Presiden itu yang terus mengampanyekan pentingnya semua masyaraka...