Langsung ke konten utama

Kung Fu Panda

Anda sudah menonton film animasi Kung Fu Panda? Kalau belum, buruan, sebelum "menghilang" di bioskop 21 kesayangan Anda. Film ini, menurut saya, sangat baik untuk ditonton. Selain sebagai peregangan, juga ada banyak pesan moral yang bisa kita petik.

Minggu lalu saya dan anak saya, nonton di bioskop 21 di Depok Town Square. Sepanjang pemutaran film yang disutradarai oleh John Stevenson dan Mark Osborne itu penonton tergelak melihat tingkah dan polah si panda Po dan tokoh lainnya.

Karakter Po, yang suaranya diisi oleh Jack Black, lebih banyak mengundang tawa. Ia dilukiskan sebagai sosok yang rajin dan memiliki keinginan untuk menjadi pendekar kungfu. Badannya yang tambun tentu sangat kecil kemungkinan untuk bisa menjadi seorang pendekar kungfu. Namun, di toko mie ayahnya, diam-diam Po berlatih gerakan-gerakan kungfu. Ia memiliki mimpi sangat besar. Pesan moral pertama dari Po adalah bagaimana pun keadaan Anda, tidak akan menjadi halangan untuk mencapai cita-cita. Po tidak pernah menyerah. Bagaimanapun susahnya proses yang dilewatinya, ia tetap teguh untuk menggapai cita-citanya, menjadi seorang jagoan kungfu.

Po juga tipe seorang yang mau belajar. Ia tidak serta-merta setelah ditunjuk oleh Oogway sebagai pendekar naga menjadi jumawa dan tinggi hati. Ia tetap rendah hati dan belajar kungfu dari Shi Fu sambil memperbaiki hubungan dengan kelima teman seperguruannya, yaitu si Monkey (Jacky Chan), Tigress (Angelina Jolie), Mantis (Seth Rogen), Viper (Lucy Liu), dan Crane (David Cross), yang merasa tersaingi pada awal kehadiran Po.

Oogway Si Penyu, sang guru yang disegani, mengingatkan kita betapa penting untuk menghargai waktu. Tak perlu mengingat-ingat masa lalu, hari esok pun tak perlu terlalu dirisaukan, kita dianjurkan untuk mensyukuri hari yang sedang dijalani sebagai anugerah. "Kemarin adalah sejarah, besok adalah sebuah misteri, tetapi hari ini adalah anugerah. Itu sebabnya disebut sebagai hadiah, present. Oogway sangat berkarisma dan sebagai pengambil keputusan yang andal. Walaupun ia akhirnya pergi. Ini menandakan bahwa kekuasaan itu ada batasnya. Tidak seperti kebanyakan orang yang enggan melepaskan jabatan dan kedudukannya.

Sosok Shi Fu, seekor panda merah, memberi pesan bahwa menjadi guru atau orangtua harus mengerti karakter anak atau murid kita. Ia mengerti betul bahwa si Po akan bisa belajar dengan cepat dengan cara mengajaknya makan. Shi Fu tau betul bahwa Po berbeda dengan kelima muridnya yang lain.

Ada banyak lagi pesan moral positif yang bisa kita petik dari Kung Fu Panda yang akan tentu bisa kita jadikan sebagai pedoman hidup ketimbang menonton berita dan baca koran yang isinya hampir semua membuat kening tambah mengerut. Bosan ahhhhhhh....

Postingan populer dari blog ini

Pergantian atau Penggantian?

Apakah Anda termasuk salah seorang yang bingung dalam penggunaan kata ‘pergantian’ dan ‘penggantian’? Jangan sedih sebab Anda tidak sendiri. Masih banyak orang yang bingung memilih ‘pergantian’ atau ‘penggantian’. Saya juga termasuk dalam daftar orang yang bingung itu. Akan tetapi, itu saya alami dulu, sekarang sudah tidak bingung lagi. Bagaimana caranya agar kita tidak bingung dalam memakai kedua kata ini? Sepintas memang tidak ada perbedaan antara keduanya sehingga orang beranggapan kita manasuka dalam pemakaiannya. Anggapan itu agaknya salah. Kedua kata itu membawa maknanya masing-masing ketika berada di dalam kalimat. Perhatikan contoh ini, ‘penggantian’ kepala desa berlangsung ricuh . Hal yang perlu kita lakukan adalah melihat verba kata itu, yakni ‘mengganti’ atau ‘berganti’. Kita bisa mengetahui hal ini dengan membaca konteks berita atau peristiwa dengan mencari tahu alasan di balik lengsernya kepala desa tersebut. Bila sang kepala desa digantikan karena sesuatu masalah, padahal...

“Perajin” atau “Pengrajin”

Setelah kata Pergantian dan Penggantian yang membuat kita bingung, kita juga dibingungkan mana yang benar, 'perajin' atau 'pengrajin, 'perusak' atau 'pengrusak'? Pemakaian kata ini sangat bersaing di masyarakat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi IV Pusat Bahasa sublema pengrajin yang diturunkan dari lema rajin bermakna perajin n 1 orang yg bersifat rajin: para ~ itu bekerja keras meningkatkan hasil kerjanya; 2 sesuatu yg mendorong untuk menjadi rajin: perusahaan memberikan hadiah lebaran satu bulan gaji sbg ~ pegawai; 3 orang yg pekerjaannya (profesinya) membuat barang kerajinan; Dari cara Pusat Bahasa menuliskan makna pengrajin yang sama artinya dengan perajin itu, kita bisa menyimpulkan bahwa sebenarnya bentuk pengrajin sah-sah saja dipakai alih-alih perajin . Hal ini semakin membuat kita bingung dan timbul pertanyaan mengapa KBBI tidak tegas menentukan kata yang benar? Salah satu karakter KBBI adalah merekam semua kata yang ada dan ...

Inilah Kekeliruan dalam Berbahasa Indonesia (3)

Pedestrian Kata ini sering sekali menjadi perbincangan para pengguna bahasa Indonesia. Hal ini karena kata pedestrian sering dipakai secara keliru. Masyarakat taunya pedestrian itu bahu jalan untuk pejalan kaki, padahal arti sebenarnya adalah 'pejalan kaki'. Bila saja kita mau sedikit berusaha membuka kamus bahasa Indonesia, kesalahan seperti di bawah ini tidak akan terjadi. Pembangunan pedestrian di Surabaya kini mulai banyak yang rusak. Kerusakan ini lantaran tidak seluruhnya berkualitas baik dan sesuai dengan kontrak kerjanya dengan pemkot. ( Selengkapnya di sini ) Bangunan pedestrian di sejumlah jalan di Kota Surabaya mulai banyak yang rusak akibat kurangnya perawatan dari pihak pemerintah setempat. ( Selengkapnya di sini ) Jalur Lambat Jadi Pedestrian ( Selengkapnya di sini ) Dari papan proyek yang berdiri di sekitar taman, diketahui jika proyek pedestrian ini melibatkan beberapa instansi pemerintah seperti, Departemen Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Pertamanan Kota dan Dinas...