Langsung ke konten utama

Buka Bersama

Ramadan sebentar lagi segera berakhir. Teman-teman yang menjalani ibadah puasa pasti memiliki pengalaman masing-masing. Ada yang dengan senang bisa melewati Ramadan dengan berpuasa penuh, alias tanpa bolong-bolong. Ada juga yang, entah karena beberapa halangan, tak bisa penuh menjalani ibadah puasa alias masih ada bolong-bolongnya. Hal ini tentu bisa dimaklumi dan yang terpenting tetap semangat. Kalau umur panjang Ramadan tahun depan menunggu Anda semua.

Sebagai orang yang tidak menjalani ibadah puasa, saya juga tentu memiliki kesan dan pengalaman selama menapaki sebulan penuh Ramadan ini. Pengalaman menyenangkan itu adalah detik-detik menjelang buka puasa.


Beruntung bisa bekerja di sebuah kantor yang tingkat solidaritas antar-penganut agama sangat tinggi. Suasana kekeluargaan selalu mewarnai hari-hari berada di kantor. Nilai menghargai sesama karyawan oleh para pemangku kepentingan diterapkan dengan melihat seseorang itu sebagai manusia ciptaan Tuhan bukan dari agama yang dia anut. Meskipun begitu, ada jugalah satu-dua yang "nyebelin" entah karena jabatannya sudah tinggi, gajinya sudah besar, dan sudah kaya raya, suka meremehkan sesama karyawan, terutama karyawan-karyawan rendahan. Tetapi, yang jelas, karakter itu tidak ada hubungannya dengan agama yang dianutnya. Saya melihatnya itu terjadi karena memang watak. Baguslah golongan orang itu hanya satu-dua, jadi kalah banyak dari golongan orang yang baik dan bersahabat.

Sudah menjadi kebiasaan di kantor saya setiap karyawan "berlomba-lomba" mengisi daftar menu yang akan disuguhi dan pada hari apa akan menyumbang untuk buka bersama sekantor. Biasanya awal-awal puasa adalah giliran meja tengah. Istilah "meja tengah" merujuk pada unsur pimpinan yang memang tempat duduknya berada di tengah ruangan redaksi. Jadi, pemred, wapemred, redpel, waredpel akan berada di urutan teratas dalam berbuat kebaikan menyumbang menu buka bersama ini.

Tim sekretariat redaksi memang cukup antisipatif dalam mengurus "manajemen buka bersama" ini. Daftar yang disediakan tentu sangat bermanfaat untuk menyuguhkan menu yang variatif bagi "kaum duafa", kemudian hari-hari yang kosong buka bersama bisa ketahuan.

Nah, setelah dari sore hari (biasanya mulai pukul 14.00) penyedia makanan buka bersama itu sibuk menata tempat dan segala sesuatunya. Biasanya kami sudah bisa mengintip menu apa saja yang akan segera nikmati. 10 menit sebelum bedug, hanya dengan sedikit teriakan provokatif dari seseorang, makanan untuk buka bersama itu pun diserbu oleh semua karyawan. Antreeeeeeee... Ada yang harus berlari-lari karena tempat duduknya berada di ujung ruangan supaya mendapat tempat antrean terdepan. Alhasil, dalam waktu 3 menit lokasi tempat makanan telah diramaikan dengan pemandangan orang yang antre. Tak ada bedanya dengan orang yang sedang antre sembako gratis. Asyiknya, saya yang bukan Muslim tak akan sungkan berada di barisan terdepan karena berada di depan merupakan "prestasi" he-he-he. Dan, dia boleh berbangga bisa sukses menjadi pengantre pertama.

Hari-hari selama Ramadhan tentu membuat karyawan tak perlu membeli makan malam dengan uang sendiri. Ada penghematan tentunya. Nah itulah nikmat Ramadan di kantorku. Tradisi buka bersama mempererat rasa kekeluargaan.

Postingan populer dari blog ini

Pergantian atau Penggantian?

Apakah Anda termasuk salah seorang yang bingung dalam penggunaan kata ‘pergantian’ dan ‘penggantian’? Jangan sedih sebab Anda tidak sendiri. Masih banyak orang yang bingung memilih ‘pergantian’ atau ‘penggantian’. Saya juga termasuk dalam daftar orang yang bingung itu. Akan tetapi, itu saya alami dulu, sekarang sudah tidak bingung lagi. Bagaimana caranya agar kita tidak bingung dalam memakai kedua kata ini? Sepintas memang tidak ada perbedaan antara keduanya sehingga orang beranggapan kita manasuka dalam pemakaiannya. Anggapan itu agaknya salah. Kedua kata itu membawa maknanya masing-masing ketika berada di dalam kalimat. Perhatikan contoh ini, ‘penggantian’ kepala desa berlangsung ricuh . Hal yang perlu kita lakukan adalah melihat verba kata itu, yakni ‘mengganti’ atau ‘berganti’. Kita bisa mengetahui hal ini dengan membaca konteks berita atau peristiwa dengan mencari tahu alasan di balik lengsernya kepala desa tersebut. Bila sang kepala desa digantikan karena sesuatu masalah, padahal...

“Perajin” atau “Pengrajin”

Setelah kata Pergantian dan Penggantian yang membuat kita bingung, kita juga dibingungkan mana yang benar, 'perajin' atau 'pengrajin, 'perusak' atau 'pengrusak'? Pemakaian kata ini sangat bersaing di masyarakat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi IV Pusat Bahasa sublema pengrajin yang diturunkan dari lema rajin bermakna perajin n 1 orang yg bersifat rajin: para ~ itu bekerja keras meningkatkan hasil kerjanya; 2 sesuatu yg mendorong untuk menjadi rajin: perusahaan memberikan hadiah lebaran satu bulan gaji sbg ~ pegawai; 3 orang yg pekerjaannya (profesinya) membuat barang kerajinan; Dari cara Pusat Bahasa menuliskan makna pengrajin yang sama artinya dengan perajin itu, kita bisa menyimpulkan bahwa sebenarnya bentuk pengrajin sah-sah saja dipakai alih-alih perajin . Hal ini semakin membuat kita bingung dan timbul pertanyaan mengapa KBBI tidak tegas menentukan kata yang benar? Salah satu karakter KBBI adalah merekam semua kata yang ada dan ...

Inilah Kekeliruan dalam Berbahasa Indonesia (3)

Pedestrian Kata ini sering sekali menjadi perbincangan para pengguna bahasa Indonesia. Hal ini karena kata pedestrian sering dipakai secara keliru. Masyarakat taunya pedestrian itu bahu jalan untuk pejalan kaki, padahal arti sebenarnya adalah 'pejalan kaki'. Bila saja kita mau sedikit berusaha membuka kamus bahasa Indonesia, kesalahan seperti di bawah ini tidak akan terjadi. Pembangunan pedestrian di Surabaya kini mulai banyak yang rusak. Kerusakan ini lantaran tidak seluruhnya berkualitas baik dan sesuai dengan kontrak kerjanya dengan pemkot. ( Selengkapnya di sini ) Bangunan pedestrian di sejumlah jalan di Kota Surabaya mulai banyak yang rusak akibat kurangnya perawatan dari pihak pemerintah setempat. ( Selengkapnya di sini ) Jalur Lambat Jadi Pedestrian ( Selengkapnya di sini ) Dari papan proyek yang berdiri di sekitar taman, diketahui jika proyek pedestrian ini melibatkan beberapa instansi pemerintah seperti, Departemen Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Pertamanan Kota dan Dinas...